Mudah-mudahan dengan lantunan yang lembut bisa lebih tertanam dalam hati kita. Selama ini masih terlalu banyak orang yang mengucapkan bacaan tahlil ini hanya di mulut saja.
Terima kasih.
Salam.
masya Alloh, suara mu bak bulu perindu yang menyelinap cepat di balik urat-urat nadi, lantunanmu mengalahkan para biduan2 yang katanya para Diva Dunia, kemerduanmu mengingatkan kami kepada pencipta kami , kamu dan kita semua, sihingga seolah2 aroma syurgawi terserbak ditelinga2 kami, keelokanmu menyemangati hati2 kami yang mabuk akan dunia. teruskan karyamu moga memberi obat bagi muslim yang lalai akan kampung akhirat. . . .
28/01/2010 pukul 8:48 pm
beautiful……..
29/01/2010 pukul 4:48 am
Ya, nasyid yang mengingatkan kita kepada Allah…
30/01/2010 pukul 6:36 pm
Mudah-mudahan dengan lantunan yang lembut bisa lebih tertanam dalam hati kita. Selama ini masih terlalu banyak orang yang mengucapkan bacaan tahlil ini hanya di mulut saja.
Terima kasih.
Salam.
01/02/2010 pukul 4:15 pm
Sama seperti blog tetangga.
28/06/2010 pukul 2:16 pm
masya Alloh, suara mu bak bulu perindu yang menyelinap cepat di balik urat-urat nadi, lantunanmu mengalahkan para biduan2 yang katanya para Diva Dunia, kemerduanmu mengingatkan kami kepada pencipta kami , kamu dan kita semua, sihingga seolah2 aroma syurgawi terserbak ditelinga2 kami, keelokanmu menyemangati hati2 kami yang mabuk akan dunia. teruskan karyamu moga memberi obat bagi muslim yang lalai akan kampung akhirat. . . .
12/12/2010 pukul 10:52 am
buatin donk liriknya
09/02/2011 pukul 1:48 pm
Nasyid yang mentuh…